Meningkatkan Profit Dengan Kemasan Yang Menarik

20 February 2019 - Kategori Blog

Meningkatkan Profit Dengan Kemasan Yang Menarik

 

 

Dalam beberapa masa yang telah lampau, masyarakat tidak mempedulikan sama sekali fungsi dari wadah atau kemasan. Menurut mereka kemasan hanya untuk melindungi barang dan mempermudah membawa barang. Tetapi ternyata kemasan memiliki fungsi yang banyak pula.

Memasuki era modern ini kemasan semakin banyak digunakan oleh para pedagang, baik itu pedagang konvesional atau pedagang online shop. Mereka mulai menyadari fungsi dari kemasan untuk meningkatkan nilai jual barang mereka. Bagaimana maksudnya?????

Memasuki tahun 80-an persaingan dunia bisnis semakin ketat dan kalangan produsen saling berlomba untuk merebut perhatian konsumen, bentuk dan model kemasan produk dirasakan sangat penting peranannya dalam strategi pemasaran. Disini kemasan harus bisa menarik perhatian, menggambarkan keistimewaan produk, dan “membujuk” konsumen bahkan memaksa konsumen untuk membeli.

Kemasan/packaging berasal dari kata package yang artinya sepadan dengan kata kerja ‘membungkus’ atau ‘mengemas’ dalam bahasa Indonesia, sehingga secara harfiah pengertian packaging dapat diartikan sebagai pembungkus atau kemasan. Maka secara sederhana kemasan dapat diartikan sebagai suatu benda yang berfungsi untuk melindungi, mengamankan produk tertentu yang berada di dalamnya serta dapat memberikan citra tertentu pula untuk membujuk penggunanya.

Secara fungsi wujudnya, kemasan adalah media untuk membawa barang, melindungi dan mudah dibuka untuk benda atau produk apapun. Hal yang terpenting adalah kemasan harus berhasil dalam uji kelayakan sebagai fungsi pengemas. Seiring dengan perkembangan teknologi dan memasuki era globalisasi, barulah terjadi banyak penambahan nilai-nilai fungsi dan peran kemasan dalam pemasaran mulai diakui sebagai satu kekuatan utama dalam persaingan pasar.

Kemasan dapat diartikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus atau kemasan untuk suatu produk. Kemasan mencakup tiga hal, yaitu merek, kemasan itu sendiri dan label. Ada tiga alasan utama untuk melakukan pembungkusan, yaitu:

Pertama,
Kemasan harus memenuhi persyaratan keamanan dan kemanfaatan. Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari pihak produsen ke pihak konsumen. Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan dari kerusakan yang disebabkan oleh cuaca atau faktor lainnya.

Kedua,
Kemasan menjadi salah satu strategi pemasaran. Melalui kemasan identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing. Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan untuk membedakan produknya dengan perbedaan yang unik.

Ketiga,
Kemasan dapat diartikan sebaga suatu cara untuk meningkatkan profit perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan yang semenarik mungkin. Dengan kemasan yang sangat menarik diharapkan dapat memikat dan menarik perhatian konsumen.

Kunci utama untuk mendesain sebuah kemasan yang baik adalah kemasan tersebut harus simple, unik, elegan, fungsional dan menciptakan respons emosional positif yang secara tidak langsung “berkata”, “Belilah dan Pilihlah saya.” Kemasan harus dapat menarik perhatian secara visual, emosional dan rasional.

Sebuah desain kemasan yang bagus memberikan sebuah nilai tambah terhadap produk yang dikemasnya. Menurut penelitian, dari seluruh kegiatan penginderaan manusia, 80 % adalah penginderaan melalui penglihatan atau kasatmata (visual). Karena itulah, unsur-unsur grafis dari kemasan antara lain: warna, bentuk, merek, ilustrasi, huruf dan tata letak merupakan unsur visual yang mempunyai peran terbesar dalam proses penyampaian pesan secara kasatmata (visual communication).

, , , , , ,

 
Chat via Whatsapp